Memakmurkan Masjid dengan Program Didikan Subuh

Memakmurkan Masjid dengan Program Didikan Subuh

Program ini dijadikan bagaian dari penentuan nilai rapor. Siswa yang tidak mengikuti kegiatan sebanyak dua kali diwajibkan mengulang. Bertandanglah ke kota Padang pada Sabtu malam, dan menginaplah. Kemudian, Ahad dini hari menjelang Shubuh, datanglah ke masjid. Niscaya akan kita jumpai puluhan bahkan ratusan anak usia SD melakukan shalat Shubuh berjamaah. Program yang digulirkan oleh Walikota Padang Fauzi Bahar baru-baru ini merupakan salah satu cara memakmurkan masjid. Yess!

”Sekaligus, ini merupakan ikhtiar untuk membentengi anak-anak kita dengan benteng akidah, ibadah dan akhlak yang baik sesuai tuntunan agama. Program ini wajib diikuti oleh 40 ribu murid SD se-kota Padang,” kata Fauzi Bahar saat membuka secara resmi Seminar Manajemen Masjid yang diadakan di Masjid Jabal Rahmah PT Semen Padang, Padang.

Fauzi menyebutkan, program yang bernama Didikan Shubuh itu muncul didorong oleh keprihatinan akan minimnya jumlah jam pendidikan agama yang diterima oleh para siswa.

Dalam setahun, kata dia, jumlah jam pelajaran agama tak lebih dari 30 jam. Namun, kalau Pemda ingin menyisipkan tambahan jam pelajaran agama pun tak mungkin lagi. Sebab, semua jam pelajaran sudah terisi penuh.

Langkah terbaik, kata Fauzi, adalah mencari jam tambahan di hari lain. Akhirnya dipilihlah hari Ahad Shubuh. ”Program ini lamanya 20 minggu kali 2,5 jam, sehingga total mencapai 50 jam. Ini hampir dua kali lipat jumlah jam pelajaran agama di sekolah,” katanya.

Untuk mengefektifkan program tersebut, Pemda Kota Padang memutuskan Didikan Shubuh sebagai bagian dari penentuan nilai rapor. Siswa yang dua kali tidak ikut Didikan Shubuh akan kena her. ”Nilai ulangan akhir sekolah ditambah nilai Didikan Shubuh, kemudian dibagi dua, itulah nilai rapor,” tegasnya.

Program Didikan Shubuh, kata Fauzi, merupakan tindak lanjut dari program Pesantren Kilat yang digelar pada bulan Ramadhan silam. Ketika itu, seluruh siswa di kota Padang wajib mengikuti sanlat selama seminggu yang diadakan di masjid-masjid di Padang.

Minggu pertama Ramadhan, pesertanya adalah anak-anak SD. Minggu kedua, siswa SMP. Minggu ketiga, siswa SMU. Tiap malam diadakan acara perenungan (muhasabah). ”Ternyata sanlat dan perenungan itu berdampak positif bagi para siswa, sehingga kami tergerak untuk melanjutkannya dengan program Didikan Shubuh,” tutur Fauzi.

Program Didikan Shubuh juga diadakan di Padang Panjang, yang juga masih di Provinsi Sumatera Barat. Contohnya adalah Masjid Jihad, Banca Laweh. Sebelum iqamat, masjid sudah dipenuhi oleh anak-anak usia sekolah dasar. Mereka tergabung dalam Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Jihad dan hendak mengikuti Program Didikan Subuh usai shalat berjamaah.

Program Didikan Subuh merupakan kegiatan ekstra kurikuler, yang kegiatannya diprogramkan langsung oleh Pemkot Padang Panjang.
Kepengurusan pembinanya mendapat surat keputusan (SK) dari walikota, dan pembiayaannya masuk dalam anggaran pemerintah kota. Kegiatan ini menurut Walikota Padang Panjang, dr Suir Syam, bertujuan membina anak-anak sejak dini agar rajin beribadah dan taat menjalankan ajaran Islam.

Didikan Subuh adalah program pembinaan rutin setiap hari Ahad Subuh, yang mewajibkan setiap anak mengikuti shalat subuh berjamaah di masjid terdekat, mengikuti pengajian, serta kegiatan pembinaan agama lainnya. Kegiatan ini, melibatkan para pengelola TPA, TPSA, dan MDA di Padang Panjang, serta guru-guru mengaji. Lewat kegiatan ini, diharapkan anak-anak menjadi terbiasa bangun subuh dan juga mengikuti aktivitas shalat subuh berjamaah. Yess!

Mengapa kegiatan itu diberi nama Didikan Subuh atau mengambil waktu subuh? Wakil Walikota Padang Panjang, Drs Adirozal MSi menyebutkan, dari lima waktu shalat yang diwajibkan Allah, shalat subuh adalah shalat yang paling berat. Kalau setiap muslim sudah terbiasa melaksanakan shalat subuh, maka sholat di empat waktu yang lainnya akan mudah dikerjakan. “Kami ingin melatih anak-anak menjalankan yang lebih berat, sehingga akan mudah bagi mereka menjalankan ibadah yang lainnya,” kata Adi.

Menurut Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Drs H Hamidi, dewan akan mendukung sepenuhnya kegiatan Didikan Subuh, termasuk memasukkan biayanya kedalam APBD. Hamidi menyebut, kegiatan Didikan Subuh sebagai bagian dari program pendidikan di Padang Panjang, yang sudah selayaknya juga didukung oleh segenap lapisan masyarakat. “Pemerintah sudah memulainya, masyarakat sudah semestinya terlibat dan ikut menyukseskannya,” kata Hamidi.

Unggul Dalam Pendidikan

Padang Panjang dari dulu terkenal dengan dunia pendidikan Islamnya. Di kota ini pernah bersekolah sejumlah tokoh nasional. Selain Buya Hamka (alm) dan Dr Muhammad Natsir (alm), yang pernah menuntut ilmu di Mutawalib Padang Panjang adalah cendekiawati Muslim Prof Dr Zakiah Derajat dan mantan Menteri Agama dr Tarmizi Taher.

Predikat sebagai kota Islami, memang ingin dipertahankan Pemkot Padang Panjang. Karena itulah kata Suir Syam, program Didikan Subuh diluncurkan, dengan mengarahkan kegiatannya kepada anak-anak usia sekolah dasar. Yess!

“Kegagalan kita dalam membentuk karakter dan pribadi anak, pada akhirnya akan menjadikan anak-anak sebagai pribadi yang lemah,” kata Suir Syam saat ditanya mengapa anak-anak menjadi target utama. Hmmm

Pemkot Padang Panjang, tidak ingin anak-anak mereka kehilangan jati diri, terlebih harus menghadapi masa depan yang sedemikian berat, dengan kedok ilmu pengetahuan dan tehnologi.

Sebaliknya, Padang Panjang menginginkan anak-anak mereka menjadi orang yang bisa memadukan antara iman-takwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (imtak-iptek).

Mereka ingin anak-anak mereka tetap memelihara dan memegang teguh adat ketimuran Minangkabau, yang memiliki filosofi Adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah (Adat bersendi syariat, syariat bersendi Kitabullah). aas ( ika/aas )
Sumber : www.republika.co.id

Yess! Yess! Yess! Yess! Yess!

Sumber:
http://www.cimbuak.net/content/view/565/46/

One response to this post.

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: