Aktifkan GSM-mu!

3 jaringan GSM-mu!. Heheh pake 3 memang ngirit. Bayangkan aja, dengan voucher sms cukup 10 rb gratis sms sesama 3,nelpon 1 rp/menit dari jam 1 pagi ampe jam 1 siang, sms ke lain operator Rp 110. Murah banget oey.. Sampai-sampai anak DS Sleman yang se amanah dengan saya pada punya nomor wajib n nomor sunnah, nomor sunnahnya ya nomor 3. Ada keunggulan pasti ada kelemahan, memang itulah sifak fisis dunia. Klo udah pulkam, 3 ga ada sinyal, klo mau SMS atau nerima SMS harus mendeket tower listrik duluw, di tengah sawah. [waduw]. Huayoo para provider dan developer 3 diperbagus dunk jaringannya, kalahkan dengan teknologi kengiritan jaringan CDMA. Semoga aja yang baca ada salah satunya provider 3. [Hehehe]. Udah aghh ngiklannya…

GSM disini sebenarnya bukan rivalnya si CDMA.
Tapi GSM, Gerakan Subuh Massal.
Aktifkan GSM-mu!.

Berdasarkan survey saya sholat ini yang paling banyak ditinggalkan anak-anak SMA.
Kesiangan lah, terlalu dingin, keburu sekolah lah dsb. Lawong namanya juga punya mutarobi anak SMA ya harus benar-benar sabar, memang beda karakteristiknya dengan anak-anak kampus. Beda jauh!.Kelompok halaqoh yang beda, problem pun juga beda begitu pula terapi penyembuhannya. Ehm,.. harus belajar ulang mensejajarkan level pemikiran, menaikkan pemahaman yang memang harus dinaikkan. Berusaha ‘berbicaralah sesuai denagn kaumnya’ ya itu dia.. . Dimana-mana mah praktek mah lebih susye dari teori, so keinginan kuat untuk melakukan suatu hal yang kita niati.

Semoga yang merequest tulisan ini, tidak berkecil hati karena saya baru sempat nulis tentang hal ini. Akhir-akhir ini memang agak padat kesibukannya. [ Afwan yaa..].

The next, menuju keshalihan pribadi dan keshalihan umat. Gimana mau sholeh secara jamai lawong kesholehan diri saja susye melakukannya. Logika gampangannya seperti itu. Sedikit mengintip kebiasaan Rosul zaman dahulu, yang tak henti-hentinya segala peradaban di zaman itu merupakan peradaban yang ‘unic n wonderfull’ dan merupakan kiblat ibadah untuk segala zaman.

Salah satu peradaban lingkungan yang membudaya adalah, masjid menjadi center of activity, center learning, n center of solution.

Oleh karena itu hati para syuhada dan sahabat begitu dekat sekali dengan yang namanya Masjid. Untuk mengecheck seberapa kuat barisan perang, ya di check pada saat aktivitas sholat berjamaah di masjid. Untuk mengecheck iltizam ( komitmen-red) seorang sahabat ya dilihat dari kedatangan sahabat tersebut dalam forum sholat berjamaah. Terlambatkah? Tepat waktunya kah? Kondisi sholatnya? Dsb.

Sehingga dari masjid tercipta basis sosial Islami. Saya teringat pas ramadhan lalu, i’tikaf di masjid Jogokaryan. Hampir sama kondisinya, masyarakat di sekitar masjid benar-benar terkondisikan menjadi masyarakat yang Islami. Wagh klo pas jualan pun waktu sholat benar-benar dialokasikan untuk sholat.

Wagh angannya saya mulai terbayang ke masa gemilang itu, indah kali ya berada di lingkungan seperti itu. Mulai dari sebuah masjid sebuah peradaban baru mulai dibentuk dan dibina. Mulai dari sebuah masjid tatanan pemerintahan mulai dirancang.

Sungguh masjid punya peran besar dalam pembentukan karakter seseorang, jujur saja terbilang agak ‘kacaw’ dan lumayan ‘tersandung’ bahkan mungkin hamper ‘jatuh’ pasca KKN dan amanah saya kelar untuk ngurusi dakwah kampus yang juga center of activitynya di MMU ( Mushola Mipa Utara).
Sertasa ada yang berbeda. Mulai menjerambah dakwah sekolah, center of activitynya juga di Masjid, ya agak lumayan terkondisikan. Kemudian ganti amanah untuk daerah local yang berbeda, center of activity-nya bukan lagidi Masjid, walaupun aktivitasnya masih aktivitas yang berbau dakwah, tapi ternyata kerasa juga bedanya. Memang rumahNya lebih terasa adem dan tenang disbanding bangunan lain, sesimple apapun rumahNya itu.

Sempat protes juga dalam hati, ruangan sesempit itu koq digunakan syuro untuk ikhwan akhwat segh! Ga nyaman ajah!. Sekali lagi, jamaah ini adalah jamaah manusia yang punya banyak kekurangan disana sini, saya bisa terima itu, tapi akan lebih bagus lagi klo qt benahi bersama bukan?. Terlepas saya sebagai seorang manusia juga, yang mungkin Alloh masih menutupi aib saya, dan semoga yang tahu hanya saya dan Dia SWT. Dan Astaghfirulloh… Izinkan aku memperbaikinya ya Robb secepatnya sebisanya…

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz said that “ Menjadi kewajiban bagi setiap mukmin untuk takut kepada Allah dalam meninggalkan shalat berjamaah, serta berhati-hati terhadap musibah yang banyak menimpa manusia (musibah tidak shalat berjamaah). ‘Berlindunglah kepada Allah dari akibat shalat di rumah dan ketinggalan shalat di masjid. Keadaan mereka nyaris menyerupai keadaan kaum munafik.

Ia melaksanakan shalat fardhu di rumah, padahal Allah telah mengaruniakan kesehatan kepadanya, barangkali juga ia mengakhirkan shalat Shubuh hingga terbitnya matahari, bahkan sampai waktu ia akan berangkat kerja baru melaksanakan shalat Shubuh, atau bahkan ia tinggalkan shalat sama sekali.

Ini adalah musibah yang besar dan kemungkaran yang membahayakan, karena shalat adalah tiangnya Islam. Barangsiapa menjaga berarti menjaga agamanya, barangsiapa menyia-nyiakannya tentulah ia akan lebih menyia-nyiakan hal yang lain, barangsiapa meninggalkannya maka termasuk kafir. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka itu kekal di dalam neraka” (QS At-Taubah: 17).

Mari aktifkan GSM qt. Gerakan Subuh Massal, yang ikhwan berduyun-duyun ke Masjid. Sip, mantap!
Dan yang akhwat bersama-sama juga menggiatkan GSM di lngkungannya. Hehhehe termasuk juga mensupport diri untuk kembali menggiatkan GSM di Karima yang sempat mati akhir-akhir ini karena kesibukan diri, wagh kadang males banget ngebangunin anak-anak, sok cuek, sok males. Alhasil ga kompak degh subuhannya. Gimana mau sholeh secara jamai ngelola subuhan di kost aja ga bisa, koreksi besar buwatmu Mel…

Yupz.. mari perbaiki diri kondisi dan lingkungan sekitar kita, aktifkan GSM-m, mulai dari lingkungan yang terdekat denganmu. Menuju kesholehan umat berawal dari kesholehan pribadi. Mustahil dakwah social bisa berjalan tanpa qt juga berjalan didalamnya.

sumber:
http://melati-asih.web.ugm.ac.id/2008/02/26/aktifkan-gsm-mu/